Membayar peralatan rumah secara tunai sering terasa paling aman. Rasanya tenang karena tidak punya cicilan dan kewajiban bulanan. Namun, dalam praktiknya, banyak barang rumah tangga yang justru memberi tekanan besar pada arus kas ketika dibayar sekaligus. Terutama untuk barang dengan harga jutaan yang kita anggap sebagai kebutuhan.
Di sinilah opsi kredit barang online tanpa dp mulai dilirik. Bukan untuk mendorong konsumtif, tetapi sebagai cara mengatur cashflow agar dana darurat, tabungan, dan kebutuhan lain tetap aman.
Berikut enam peralatan rumah yang sering terlihat wajar untuk dibeli, tapi bisa terasa berat saat dibayar tunai.
1. Kulkas
Kulkas adalah kebutuhan utama di hampir setiap rumah. Namun, kulkas dengan kapasitas besar dan fitur hemat listrik jarang dibanderol murah. Sekali beli tunai, efeknya langsung terasa pada saldo tabungan. Padahal manfaatnya bersifat jangka panjang.
2. Mesin Cuci
Mesin cuci memang menghemat waktu dan tenaga, tetapi harganya bukan pengeluaran kecil. Terutama untuk tipe front loading atau kapasitas besar. Jika dibayar sekaligus, pengeluaran ini bisa mengganggu alokasi dana bulanan yang sudah direncanakan.
3. Smart TV
Televisi kini bukan sekadar alat menonton, tetapi pusat hiburan dan aktivitas keluarga. Smart TV dengan layar besar dan resolusi tinggi harganya bisa setara satu motor bekas. Membayar tunai sering membuat pengeluaran terasa “lebih sakit” daripada yang dibayangkan.
4. AC
Di banyak rumah, AC sudah berubah dari barang sekunder menjadi kebutuhan. Namun biaya unit, pemasangan, dan konsumsi listrik membuat pembeliannya terasa berlapis. Dibayar tunai, dampaknya bisa terasa cukup lama pada keuangan bulanan.
5. Peralatan Dapur Modern
Mulai dari kompor tanam, oven listrik, air fryer, hingga alat masak digital lainnya. Satu per satu terlihat terjangkau, tetapi saat dibeli bersamaan, totalnya bisa sangat besar. Pembayaran tunai sering membuat pengeluaran ini terasa “tiba-tiba membengkak”.
6. Laptop atau Perangkat Kerja di Rumah
Laptop dan perangkat kerja kini menjadi kebutuhan produktif, bukan lagi barang tambahan. Namun tetap saja, ini adalah pengeluaran bernilai jutaan. Membeli secara tunai bisa membuat pos anggaran lain harus dikorbankan sementara.
Tunai Tidak Salah, tapi Cashflow Tetap Penting
Membayar tunai memang memberi rasa aman karena tidak meninggalkan kewajiban jangka panjang. Namun dalam perencanaan keuangan, menjaga arus kas tetap stabil sering kali jauh lebih penting. Karena itulah sebagian orang mulai memilih kredit barang online tanpa dp untuk barang-barang dengan usia pakai panjang.
Selama cicilan disesuaikan dengan kemampuan bayar, tidak mengorbankan kebutuhan pokok, dan tetap memperhitungkan risiko, skema ini justru bisa membantu menjaga keseimbangan keuangan.
Kredivo sebagai Opsi Pembayaran yang Lebih Fleksibel
Membeli peralatan rumah secara tunai sering terasa “ringan di awal, berat di akhir” karena dana besar langsung terkuras. Di sinilah Kredivo jadi solusi yang lebih relevan. Dengan Kredivo, kamu bisa melakukan kredit barang online tanpa DP untuk berbagai kebutuhan rumah, lalu membayarnya secara bertahap tanpa harus mengorbankan tabungan sekaligus.
Kredivo memungkinkan belanja di 10.000+ merchant online dan offline, dengan pilihan bayar dalam 30 hari bebas bunga, bebas biaya admin atau cicilan 3/6/9/12/18/24 bulan tanpa DP. Limitnya bisa mencapai hingga Rp50 juta untuk akun Premium, cukup untuk membeli kulkas, mesin cuci, AC, hingga peralatan dapur sekaligus. Bahkan untuk tenor tertentu tersedia bunga 0%, sehingga beban tetap lebih terkendali.
Dengan sistem ini, kamu bukan hanya menunda pembayaran, tapi juga menjaga arus kas tetap aman saat kebutuhan rumah datang bersamaan. Selama digunakan bijak, Kredivo bisa menjadi cara yang lebih sehat dibanding harus membayar semuanya secara tunai di satu waktu.