Banyak yang masih menganggap bahwa klaim asuransi kesehatan sangat sulit. Hal ini juga yang jadi salah satu alasan mengapa banyak orang malas mengikuti asuransi. Padahal klaim asuransi saat ini tidaklah sulit.

 

Asalkan Anda memperhatikan persyaratan yang dibutuhkan dan memenuhinya maka proses klaim akan berjalan dengan lancar. Apa saja syarat yang harus dipenuhi? Simak penjelasannya berikut ini.

 

Syarat Saat Klaim Asuransi Kesehatan yang Harus Dipenuhi

 

Masing-masing asuransi memiliki persyaratan berbeda, tapi setidaknya ada beberapa syarat umum yang dibutuhkan. Misalnya saja untuk BPJS kesehatan, Anda membutuhkan kartu BPJS sebagai syarat klaim paling utama. Begitu pula ketika Anda mengikuti asuransi swasta, kartu asuransi wajib disertakan.

 

Bagi Anda yang mengikuti asuransi kesehatan dan ingin tahu apa saja syarat klaim yang wajib dipenuhi adalah sebagai berikut ini.

 

  1. Aktif dalam Premi yang Diambil

Syarat pertama adalah premi polis harus dalam keadaan aktif. Keterlambatan membayar premi asuransi menjadi hambatan ketika Anda akan mengajukan klaim. Jadi sebaiknya pastikan Anda tidak pernah terlambat membayar premi.

 

Selain itu juga premi tidak masuk ke dalam masa tunggu, yaitu waktu di mana polis baru bisa klaim sejak pertama kali diterbitkan. Beberapa asuransi memberikan jangka waktu sekitar 12 bulan baru bisa mengajukan klaim.

 

  1. Mengetahui Prosedur Klaim

Anda juga harus tahu prosedur klaim asuransi kesehatan seperti apa yang tersedia. Ada dua jenis prosedur yaitu cashless dan reimbursement. Prosedur cashless adalah ketika Anda melakukan pemeriksaan atau perawatan di rumah sakit rekanan asuransi.

 

Sedangkan klaim reimbursement adalah ketika Anda harus membayar terlebih dahulu biaya rumah sakit dan lainnya. Kemudian baru mengajukan klaim ke perusahaan asuransi. Biasanya syarat dokumen reimbursement lebih banyak dibandingkan cashless.

 

  1. Menyertakan Dokumen yang Dibutuhkan

Soal dokumen, bagi Anda yang memilih klaim dengan cara cashless biasanya hanya perlu menghubungi pihak asuransi dan menunjukkan kartu peserta asuransi ke pihak rumah sakit. Maka pengecekan akan dilakukan dan proses pembayaran bisa langsung dilakukan.

 

Sedangkan syarat dokumen proses reimbursement lebih banyak seperti format klaim yang asli dari dokter, kartu kepesertaan, kwitansi asli seluruh pembiayaan, hasil laboratorium, KTP tertanggung, SIM dan dokumen lain yang perlu disampaikan.

 

  1. Perawatan dan Wilayah sesuai Jaminan Polis

Setiap polisi memiliki jenis perawatan dan wilayah jaminan yang berbeda-beda. Hal ini sangat terlihat jelas ketika Anda mengikuti BPJS kesehatan. Anda hanya bisa melakukan klaim pada rumah sakit sesuai yang dirujuk dan tidak bisa memilih.

 

Begitu juga ketika Anda mengambil polis asuransi sesuai dengan jenis penyakit misalnya jantung atau kanker. Biasanya ada beberapa batasan perawatan apa saja yang bisa mendapatkan klaim asuransi. Jadi cermat tempat dan jenis perawatan apa yang sedang didapatkan untuk disesuaikan dengan layanan dari asuransi.

 

  1. Perhatikan Waktu Klaim

Khusus bagi Anda yang berencana melakukan klaim reimbursement harus tahu berapa jangka waktu yang diberikan oleh pihak asuransi. Setiap perusahaan asuransi memiliki jangka waktu tertentu untuk melakukan klaim.

 

Pastikan Anda tidak mengajukan lebih dari jangka waktu yang telah ditentukan. Sehingga proses klaim masih tetap bisa dilakukan.

 

Apabila masih bingung memilih asuransi mana yang proses klaimnya mudah, langsung saja cek di Lifepal.co.id. Di sini tersedia polis dari 50 lebih perusahaan rekanan asuransi, tidak terbatas pada asuransi kesehatan saja. Anda juga akan mendapat layanan lengkap dari pembelian sampai klaim.